Minggu, 23 September 2012

[ MAKALAH ]PROSES TERBENTUKNYA KELOMPOK SOSIAL


PROSES TERBENTUKNYA KELOMPOK SOSIAL
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah ISD dan IBD

     



Dosen Pengampu Ir. H. Sungkowo, SU               
            Disusun Oleh :
 Kelompok 5
1. Ahmad Iswanto                              NIM : 111033
2. Anggun Rahmasari                                     NIM : 111037
3. M. Sa’roni                                       NIM : 111047
4. Mohammad Syamsul Huda                        NIM : 111051
5. Nor Afifah                                      NIM : 111055
6. Sri Joyo Barokah                             NIM : 111060
7. Ahmad Sakowi                               NIM : 111288

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
  SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
    2011



PRAKATA

Assalamualaikum Wr.Wb
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat-Mu ya Allah. Berkat rahmat dan hidayah-Nya serta bimbingan-Nya semata-mata, akhirnya penulisan makalah ini dapat selesai. Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan ke pangkuan Nabiyullah Muhammad, SAW.
Makalah ini penulis susun guna memenuhi tugas mata kuliah ISD dan IBD. Dan dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas, maka makalah yang berjudul “ Proses Terbentuknya Kelompok Sosil “ , ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Bpk. Ir. H. Sungkowo, SU selaku dosen pengampu mata kuliah ISD dan IBD Sekolah Tinggi Agama Islam Pati.
2.      Segenap Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Pati.
3.      Rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaiakan makalah ini.
4.      Semua pihak yang telah memberikan motivasi kepada penulis.
Penulis berharap dari makalah yang penulis susun ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca. Demikianlah makalah ini penulis susun, kritik serta saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk melengkapi makalah ini.
                                                                                                                          
Wassalamualaikum Wr.Wb
                                                                                                Pati, 31 Oktober 2011
      Penulis
ii
DAFTAR ISI
PRAKATA................ ………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………………………….. 1
B. Rumusan  Masalah ……………………………………………………………… 2
C. Tujuan Penulisan ………………………………………………………………... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kelompok Sosial ……………………………………………………. 3
B.
Syarat dan Ciri Terbentuknya Kelompok Sosial ...……………………………...  4
C.
Proses Terbentuknya Kelompok Sosial ....………………………………………  5
D.
Bentuk-bentuk Kelompok Sosial ....………………………………………… 5- 10
E. Pola Hubungan antar Kelompok Dalam Masyarakat ………………………. 11-12
BAB III PENUTUP
A. Simpulan  ……………………………………………………………………… 13
DAFTAR PUSTAKA






iii


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada umumnya, manusia dilahirkan seorang diri ke dunia, akan tetapi itu tidak berarti bahwa manusia secara alami merupakan makhluk individu semata. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang memiliki naluri untuk hidup bersama dengan manusia-manusia lain ( gregariousness ). Ia juga memiliki hasrat menjadi satu dengan lingkungan alamnya. Mengapa manusia senantiasa ingin hidup bersama ? Selain karena nalurinya, hal itu juga disebabkan oleh kenyataan bahwa manusia tidak sempurna. Ia memiliki sejumlah kelemahan sehingga ia membutuhkan orang lain.[1]
Didalam hubungan antara manusia dengan manusia, yang agaknya paling penting adalah reaksi yang timbul sebagai akibat hubungan-hubungan timbal balik. Reaksi tersebutlah yang menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakan-tindakan orang lain. Oleh karena sejak dilahirkan, manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain sekelilingnya. Dan keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam. Kesemuanya itu menimbulkan kelompok-kelompok sosial atau social-grup. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan dan proses terbentuknya kelompok sosial.[2] Dan terbentuknya kelompok sosial tersebut akan penulis bahas dalam makalah ini.

B.     Rumusan  Masalah
Berdasarakan latar belakang tersebut di atas, maka setidaknya ada beberapa masalah yang akan di bahas dalam makalah ini, yaitu :
1.      Apakah pengertian kelompok sosial ?
2.      Apa sajakah syarat dan ciri-ciri terbentuknya kelompok sosial ?
3.      Bagaimanakah proses terbentuknya kelompok sosial ?
4.      Apa sajakah bentuk-bentuk kelompok sosial ?
5.      Bagaimanakah pola hubungan antar kelompok dalam masyarakat ?
c. Tujuan Penulisan
        Tujuan penulisan makalah berdasarkan rumusan masalah di atas adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian dari kelompok sosial.
2. Untuk mengetahui syarat dan ciri-ciri terbentuknya kelompok sosial.
3. Untuk mengetahui proses terbentuknya kelompok sosial.
4. Untuk mengetahui bentuk-bentuk kelompok sosial dalam masyarakat.
5. Dengan adanya proses terbentuknya kelompok sosial kita dapat mengetahui pola hubungan antar kelompok dalam masyarakat.









2

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Kelompok Sosial
Pada umumnya keterkaitan dan ketergantungan antara manusia satu dengan yang lainnya mendorong manusia untuk membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang disebut kelompok sosial atau social group. Apa itu kelompok sosial ?. Berikut pandangan para ahli tentang pengertian kelompok sosial :
    1. Mayor Polak
Kelompok sosial adalah sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah struktur.[3]
    1. Wila Huky
Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling berkomunikasi.[4]
    1. Robert K. Merton
Kelompok adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai pola yang telah mapan.[5]
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa, kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan yang saling berinteraksi sehingga mengakibatkan timbulnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki.

  1. Syarat dan Ciri – ciri Terbentuknya Kelompok Sosial
Syarat-syarat terbentuknya kelompok sosial antara lain sebagai berikut :
    1. Setiap anggota harus sadar bahwa ia merupakan bagian dari kelompoknya.[6]
    2. Adanya hubungan timbal balik antar anggota.[7]
    3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama.[8]
    4. Berstuktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.[9]
    5. Bersistem dan berproses.
Selain syarat terbentuknya kelompok sosial ada pula ciri-ciri kelompok sosial. Adapun ciri-ciri kelompok sosial adalah sebagai berikut :
1.      Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain.
2.       Merupakan struktur sosial
3.      Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.
4.      Memiliki faktor pengikat.
5.      Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.

  1. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial
1.      Faktor-faktor pendorong terbentuknya kelompok sosial
a.  Dorongan untuk mempertahankan hidup.
b. Dorongan untuk meneruskan keturunan.
c.  Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.[10]
2.      Dasar pembentukan kelompok sosial
a.       Kesatuan genealogis atau faktor keturunan.
b.      Kesatuan religius.
c.       Kesatuan teritorial ( community ).
d.      Kesatuan Kepentingan ( asosiasi ).[11]
  1. Bentuk-bentuk Kelompok Sosial
Bentuk-bentuk kelompok sosial dibagi menjadi 3 yaitu kelompok sosial teratur kelompok sosial tidak teratur dan kelompok sosial berdasarkan tempat tinggal.
    1. Kelompok sosial teratur
Macam-macam kelompok sosial yang teratur antara lain sebagai berikut :
a.       In-Grup dan Out-Grup
In-Grup adalah kelompok sosial yang mejadi tempat bagi individu-individu anggotanya mengidentifikasikan dirinya. Sedangkan out-group adalah kelompok sosial yang oleh para anggotanya diartikan

sebagai lawan in-gruop. Secara umum para anggota in-group memiliki sikap keterkaitan dengan menonjolkan simbol-simbol kelompoknya. Sedangkan sikap out-group sering kali ditandai dengan suatu kelainan yang berupa antagonisme atau antipati.[12]
b.      Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder
Kelompok primer adalah kelompok yang ditandai dengan adanya ciri-ciri saling mengenal antar anggotanya serta adanya kerja sama erat yang bersifat pribadi. Syarat utama keanggota kelompok primer adalah antar anggota kelompok saling berdekatan secara fisik, kelompok tersebut kecil, dan adanya suatu kelanggengan hubungan antar anggota yang bersangkutan. Adapun istilah kelompok sekunder biasanya dipakai untuk menggambarkan apa yang menjadi lawan dari kelompok primer, yaitu kelompok-kelompok besar yang terdiri dari banyak orang dengan hubungan yang tidak perlu didasarkan pada saling mengenal secara pribadi serta sifatnya yang tidak terlalu langgeng.[13]
c.       Paguyuban ( Gemeinschaff ) dan Patembayan ( Gesellschaft )
Gemeinschaff adalah suatu kelompok sosial yang hidup bersama di mana para anggotanya terikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan kekal serta didasarkan perasaan cinta atau perasaan batin yang kuat.

Dalam paguyuban ( Gemeinschaff ) di bagi menjadi 3 tipe, yaitu :
1). Paguyuban karena ikatan darah          
2). Paguyuban karena tempat
3). Paguyuban karena jiwa-pikiran
Adapun Gesellschaft adalah suatu kelompok sosial yang terikat oleh hubungan lahir dan bersifat singkat serta berbentuk perkumpulan. Ciri pokok Gesellschaft adalah terbatas pada urusan tertentu merupakan hubungan antar peran status serta bersifat public life. Bentuk campuran antara paguyuban dan patembayan disebut Burgeliche  Gesellschaft.[14]
d.      Formal Group dan Informal Group
Formal Group adalah kelompok sosial yang mempunyai peraturan-peraturan tegas yang diciptakan dengan sengaja oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan antar mereka sendiri.  Adapun informal adalah kelompok sosial yang tidak mempunyai struktur yang pasti.[15]
e.       Membership Group dan Referance Group
Membership Group adalah suatu kelompok sosial dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut ( suatu kelompok sosial yang para anggotanya tercatat secara fisik ). Adapun reference group adalah kelompok sosial yang menjadi

acuan dalam berperilaku maupun mengembangkan kepribadian para individu yang tidak tercatat secara fisik dalam keanggotaan kelompok tersebut.[16] Referance group dibagi menjadi 2, yaitu :
1). Tipe normatif
2). Tipe perbandingan
f.    Kelompok Okupasional dan Volonter
      Kelompok Okupasional merupakan kelompok orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Sedangkan kelompok volonter meliputi orang-orang yang mempunyai kepentingan sama namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat.[17]
    1. Kelompok Sosial Tidak Teratur
a.       Kerumunan ( Crowd )
Kerumunan adalah berkumpulnya orang-orang pada suatu tempat karena adanya pusat perhatian yang sama. Ciri-ciri kerumunan antara lain :
1). Tidak terorganisasi                                            
2). Tidak memiliki sistem pembagian kerja
3). Adanya interaksi sosial
4). Mudah melakukan aksi
5). Tidak memiliki alat pengendalian soial.

b.   Publik
      Publik merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui berbagi alat komunikasi.[18] Adapun ciri-cirinya antara lain :
      1). Suatu kelompok bukan merupakan kesatuan. [19]
      2). Interaksi antar anggotanya berlangsung secara tidak langsung.
3). Perilaku publik didasarkan pada perilaku individu.
      4). Tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya.
   5).  Berusaha untuk menguasai masalah tersebut dan adanya    kecenderungan berfikir rasional.
c. Massa
   Merupakan kumpulan manusia dengan ciri-ciri sebagai berikut :
   1). Terdiri dari orang dari segala lapisan.
   2). Tidak ada interaksi dan interrelasi satu dengan yang lainnya.
   3). Bersifat anonim dan heterogen.
   4). Tidak bisa bertindak secara teratur .[20]

3.   Kelompok Sosial Berdasarkan Tempat Tinggal
      a. Masyarakat Setempat
          Masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubugan sosial tertentu dan menjadi dasar adanya masyarakat setempat adalah lokalitas serta perasaan semasyarakat setempat tersebut.[21]
      b. Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Perbincangan mengenai masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak terlepas dari fenomena sosial urbanisasi. Urbanisasi merupakan suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.[22] Sebab-sebab urbanisasi dapat ditinjau dari dua sudut, yaitu faktor yang mendorong penduduk desa untuk meniggalkan tempat/daerah kediamannya dan faktor kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota. Dan akibat-akibat negatif dari urbanisasi adalah :
      1). Pengangguran.
      2). Naiknya kriminalitas.
      3). Persoalan perwismaan.   
4). Kenakalan anak.
      5). Persoalan reaksi.

D. Pola Hubungan antar Kelompok dalam Masyarakat
   Hubungan antar kelompok banyak diwarnai dengan pola-pola tertentu yang khas. Di antaranya adalah :
1.      Akulturasi
Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan yang menghasilkan budaya baru akan tetapi tidak menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya.
2.      Genosida
Yaitu pembunuhan secara sistematis dalam rangka menghancurkan ras, etnik, atau agama tertentu.[23]
3.      Perbudakan
Yaitu sistem perhambaan yang terlembagakan.
4.      Diskriminasi
Yaitu perlakuan tidak adil yang dilakukan secara sengaja terhadap orang/kelompok lain yang didasarkan pada prasangka mengenai identitas agama, ras, atau etnik.[24]
5.      Amalgamasi
Yaitu perkawianan campuran antar kelompok yang berbeda.
6.      Asimilasi
Yaitu percampuran dua kebudayaan yang berbeda dan menghasilkan kebudayaan yang baru.
7.      Pluralisme
Yaitu suatu keadaan di mana kelompok yang berbeda ras, etnik, atau agama saling memelihara identitas budaya dan jaringan sosial, serta tetap bersama-sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik.[25]
8.      Multikulturalisme
Yaitu kebijakan publik yang mendorong seluruh kelompok budaya dalam masyarakat untuk bersedia menerima dan berinteraksi dengan kelompok lain secara sederajat.[26]
     

     





BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Setelah penulis menyelesaikan pembahasan tentang “ Proses Terbentuknya Kelompok Sosial “ maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa :
1.      Kelompok sosial dapat diartikan sebagai kumpulan individu yang memiliki hubungan yang saling berinteraksi sehingga mengakibatkan timbulnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki.
2.      Suatu kelompok dinyatakan sebagai kelompok sosial jika memenuhi persyaratan dan ciri-ciri sebagai kelompok sosial.
3.       Dalam proses terbentuknya kelompok sosial sangat dipengaruhi oleh faktor pendorong dan dasar pembentukan kelompok sosial.
4.      Bentuk-bentuk kelompok sosial dalam proses terbentuknya kelompok sosial di bagi menjadi tiga, yaitu kelompok sosial teratur, kelompok sosial tidak teratur dan kelompok sosial berdasarkan tempat tinggal.
5.      Dalam proses terbentuknya kelompok sosial terdapat pola hubungan antar kelompok dalam masyarakat diantaranya adalah  asimilasi, akulturasi, perbudakan, genosida, perbudakan, diskriminasi, amalgamasi, pluralisme dan multikulturalisme.


13

DATAR PUSTAKA

Harmanto, Gatot. 2009. 1700 BANK SOAL Bimbingan Pemantapan Sosiologi. Bandung : Yrama Widya.
Kirana, Candara dkk. _____. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. Klaten : Viva Pakarindo.
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2001. Sosiologi untuk SMA dan MA. Jakarta : Erlangga.
Soekanto, Soerjono. 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Garfindo Persada.
TIM MGMP. _____. Sosiologi untuk Siswa SMA dan MA. Kudus : Prasasti.


[1] Kun Maryati dan Juju Suryawati. Sosiologi untuk SMA dan MA. ( Jakarta : Erlangga, 2001 ) hlm. 137.
[2] Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003 ) hlm. 115.
[3] Kun Maryati dan Juju Suryawati. Sosiologi untuk SMA dan MA. ( Jakarta : Erlangga, 2001 ) hlm. 138.
[4] Ibid.
[5] Ibid.
[6] Gatot Harmanto. 1700 BANK SOAL Bimbingan Pemantapan Sosiologi untuk SMA dan MA. ( Bandung : Yrama      Widya, 2009 ) hlm. 147.
[7] TIM MGMP. Sosiologi untuk Siswa SMA dan MA. ( Kudus : Prasasti, ___ ) hlm. 8.
[8] Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003 ) hlm. 115.
[9] Ibid.
[10] TIM MGMP. Sosiologi untuk Siswa SMA dan MA. ( Kudus : Prasasti, ___ ) hlm. 9.
[11] Ibid.
[12] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 22.
[13] Ibid.
[14] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 22.
[15] Ibid
[16] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 22.
[17] Ibid., hlm 23.
[18] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 23.
[19] TIM MGMP. Sosiologi untuk Siswa SMA dan MA. ( Kudus : Prasasti, ___ ) hlm. 13.
[20] Ibid.
[21] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 23.
[22] Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003 ) hlm. 169.
[23] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 24.
[24] Ibid.
[25] Candra Kirana dkk. Startegi Khusus Menghadapi Ujian Nasional untuk SMA dan MA Sosiologi. ( Klaten : Viva Pakarindo, ___ ) hlm. 24.
[26] Ibid.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar